
Gemilang di BIAF 2026, Mahasiswa S2 MPI Raih Juara Best Slide
Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa Program Magister (S2) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) pada ajang Borneo International Academic Forum (BIAF) 2026 yang berlangsung pada 17–19 September 2026 di UIN Antasari Banjarmasin.
BIAF 2026 menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan peneliti untuk mempresentasikan hasil kajian serta penelitian. Sebanyak 180 makalah dipresentasikan, terdiri atas 112 makalah kluster Undergraduate (S1) dan 68 makalah kluster Postgraduate (S2).
Forum akademik tersebut menghadirkan presenter dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga akademik. Selain UIN Antasari Banjarmasin, presenter berasal dari IAIN Pontianak, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, UIN Palangka Raya, Universitas Lambung Mangkurat, IAI Darussalam Martapura, dan STAI Rakha Amuntai.
BIAF 2026 juga diikuti peneliti yang berafiliasi dengan sejumlah perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Surabaya, Universiti Malaya (Malaysia), Ez-Zitouna University Tunis (Tunisia), dan University of Groningen (Belanda).
Keberagaman asal presenter tersebut menjadikan BIAF 2026 sebagai ruang akademik untuk mempertemukan berbagai perspektif dan hasil penelitian, sekaligus membuka peluang pertukaran gagasan serta jejaring akademik lintas perguruan tinggi dan negara.
Di tengah forum akademik tersebut, tiga mahasiswa S2 MPI berhasil meraih penghargaan dalam kategori Best Slide. Junaidi berhasil meraih Juara 1 Best Slide melalui makalah berjudul: “Artificial Intelligence in Pesantren Administration and Learning: A Case Study of PKBM Ibadurrahman.”
Sedangkan Alfisyah berhasil meraih juara 2 Best Slide melalui makalah berjudul: “Transformation the Academic Supervision Approach from Controlto Professional Mentoring of Teachers in Madrasah
Sementara itu, Dhiya Aulia berhasil meraih Juara 3 Best Slide dengan makalah berjudul: “Strategies for Developing Islamic Education Based on Needs Assessment to Enhance Competence in Islamic and Digital Business.”
Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan karena ketiga mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya akademik, tetapi juga mampu menyajikan gagasan secara sistematis, komunikatif, dan menarik melalui media presentasi.



