Tiga Dosen Pascasarjana UIN Antasari Berbagi Gagasan untuk Polri: Integritas, Perubahan, dan Perekat Bangsa
BANJARBARU — Kepolisian yang dipercaya masyarakat tidak hanya dibangun melalui kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga melalui integritas, kesediaan untuk terus berubah, dan sikap humanis dalam melayani masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Post Assessment Center Polri Polda Kalimantan Selatan yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026) di Grand Maya by ARTOTEL Banjarbaru. Tiga dosen Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi yang saling melengkapi, mulai dari integritas dalam pengambilan keputusan, mengelola perubahan, hingga memperkuat persatuan bangsa.
Direktur Pascasarjana UIN Antasari, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, mengawali rangkaian materi dengan menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi setiap keputusan. Melalui materi Integritas dalam Membuat Keputusan, ia mengingatkan bahwa integritas bukan sekadar ucapan, melainkan kesesuaian antara perkataan, prinsip moral, dan tindakan, terutama ketika seseorang menghadapi godaan, tekanan, maupun kepentingan pribadi.
Dalam pelaksanaan tugas kepolisian, integritas menjadi sangat penting karena keputusan yang diambil dapat berdampak langsung terhadap masyarakat. Kepercayaan publik, karena itu, perlu dibangun melalui keputusan yang jujur, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selanjutnya, Ketua Program Studi S3 Ilmu Syariah UIN Antasari, Prof. Dr. Hj. Gusti Muzainah, S.H., M.H., mengangkat tema Mengelola Perubahan. Ia menekankan bahwa transformasi institusi harus dimulai dari kesadaran setiap individu untuk memperbaiki diri. Perubahan tersebut mencakup penguatan moral, kedisiplinan dalam bekerja, serta peningkatan kapasitas intelektual melalui pendidikan berkelanjutan.
Menurut perspektif materi yang disampaikannya, perubahan bukanlah proses instan. Dibutuhkan konsistensi, keteladanan, dan kemauan untuk terus belajar agar profesionalisme tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar tercermin dalam perilaku dan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi S3 Ilmu Syariah UIN Antasari, Dr. H. Nuril Khasyi’in, Lc., MA., menyoroti pentingnya peran Polri sebagai Perekat Bangsa. Di tengah keberagaman Indonesia, ia menekankan tiga perilaku utama, yakni toleransi, menghargai keberagaman, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Nilai-nilai tersebut perlu hadir dalam interaksi sehari-hari, termasuk melalui kesediaan mendengarkan masyarakat, menghormati perbedaan, dan memberikan pelayanan secara adil. Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan rasa aman, tetapi juga ingin merasa dihargai dan diperlakukan secara manusiawi.
Ketiga materi tersebut memiliki benang merah yang kuat: integritas menjadi dasar dalam mengambil keputusan, perubahan memperkuat kualitas pribadi dan institusi, sedangkan semangat perekat bangsa mengarahkan keduanya untuk kepentingan masyarakat luas.
Keterlibatan tiga dosen Pascasarjana UIN Antasari dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai profesionalisme di lingkungan institusi publik.
Pada akhirnya, kepolisian yang kuat bukan hanya ditentukan oleh sistem dan kewenangan, tetapi juga oleh personel yang berintegritas, disiplin, terbuka terhadap perubahan, dan mampu membangun hubungan baik dengan masyarakat. (N.Kh)
Tag:Pascasarjana, Polda, Polri, UIN Antasari









