
Wujud Kerjasama dan Pengabdian Masyarakat: Dosen Homebase S2 HES UIN Antasari Uji Calon Pimpinan BAZNAS Kalimantan Selatan
Atmosfer kerja di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin di Jalan RE. Martadinata No. 1 Blok D tampak tertata rapi saat dokumen-dokumen penjaringan pimpinan BAZNAS dipersiapkan. Di tengah persiapan tersebut, sebuah langkah strategis diambil pemerintah daerah dengan melibatkan unsur akademisi berpengalaman untuk menguji para calon pimpinan lembaga zakat daerah. Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat secara resmi menerbitkan Surat Tugas Nomor: 400/1231/Kesra/IX/2026. Penugasan ini berlandaskan pada Keputusan Wali Kota Banjarmasin Nomor 100.3.3.3/121/KUM/2026 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin Periode 2026-2031.
Sosok yang ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai penguji tersebut adalah Dr. H. Budi Rahmat Hakim, S.Ag., M.HI., seorang Dosen di UIN Antasari Banjarmasin. Beliau mengemban jabatan sebagai Dosen Lektor Kepala sekaligus Kepala Pusat Penelitian dan Inovasi LPM, serta aktif bertugas sebagai Dosen Homebase Program Magister Hukum Ekonomi Syariah (S2 HES) Pascasarjana UIN Antasari. Melalui mandat dalam surat tugas tersebut, Dr. H. Budi Rahmat Hakim dipercayakan bertindak sebagai Penguji Wawancara Seleksi Pimpinan BAZNAS Kota Banjarmasin Periode 2026-2031. Agenda wawancara tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 29 hingga 30 September 2026.
Keterlibatan beliau dalam tim seleksi ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar Pengabdian kepada Masyarakat. Keikutsertaan akademisi dalam proses krusial ini menjembatani keilmuan Hukum Ekonomi Syariah dari lingkungan kampus dengan kebutuhan praktis tata kelola kelembagaan di pemerintah daerah. Pada pilar Pendidikan dan Pengajaran, pengalaman praktis dari dinamika seleksi ini memperkaya substansi perkuliahan yang diampu beliau di Program Magister Hukum Ekonomi Syariah (S2 HES). Kasus-kasus riil serta tantangan tata kelola zakat terkini di lapangan dapat ditransformasikan menjadi bahan kajian kritis dan pembelajaran berbasis studi kasus bagi para mahasiswa magister. Sementara itu pada pilar Penelitian dan Inovasi, peran aktif beliau yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Inovasi UIN Antasari memberikan ruang luas untuk pemetaan riset strategis. Pengamatan langsung terhadap problematika zakat daerah dapat mendorong lahirnya riset-riset terapan serta inovasi model pengelolaan zakat berbasis fikih muamalah kontemporer.
Tujuan utama dari kegiatan seleksi ini adalah untuk menjaring dan menyaring calon pimpinan BAZNAS Kota Banjarmasin yang memiliki integritas, kompetensi, serta keahlian substantif di bidang hukum Islam dan manajemen keuangan syariah. Melalui tahapan ini, diharapkan jajaran pimpinan yang terpilih nantinya mampu mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, akuntabel, dan tepat sasaran. Kegiatan ini juga menjadi bukti sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah kota dan diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan BAZNAS Kota Banjarmasin Periode 2026-2031 yang kredibel demi mengoptimalkan kesejahteraan umat.



