
Mahasiswa S2 HES UIN Antasari Raih Lima Penghargaan pada BIAF 2026
Suasana forum akademik internasional di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin menjadi semakin semarak ketika nama mahasiswa Pascasarjana diumumkan sebagai penerima penghargaan atas karya dan performa akademiknya. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Dian May Syifa, mahasiswa Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (S2 HES) UIN Antasari Banjarmasin angkatan 2025, yang berhasil membawa pulang empat penghargaan dalam Borneo International Academic Forum (BIAF) 2026.
Dian May Syifa tampil bersama Yamani Naufal melalui paper berjudul “Reformulating Consumer Protection Law through Maqasid al-Shari’ah and Islamic Business Ethics: Towards Ethical Digital Business Governance.” Karya tersebut mengangkat isu perlindungan konsumen dalam perkembangan bisnis digital dengan memadukan perspektif maqasid al-shari’ah dan etika bisnis Islam. Dalam dokumen penetapan penerima award BIAF 2026, karya tersebut juga tercatat dalam kategori The Best Argumentation pada Cluster S2 & S3.
Pada kategori berbasis artikel tersebut, Dian May Syifa dan Yamani Naufal memperoleh Juara 3 The Best Argumentation. Penghargaan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kemampuan peserta dalam membangun argumentasi akademik melalui karya yang dipresentasikan dalam forum BIAF 2026.
Tidak berhenti pada penilaian terhadap isi dan argumentasi paper, karya Dian dan Yamani juga memperoleh penghargaan pada kategori performa presentasi. Pada sesi paralel di Ruang 15-P, paper tersebut meraih Juara 2 The Best Slide, Juara 1 The Best Presenter, serta Juara 1 The Best QnA Performance. Dengan demikian, Dian bersama timnya mengoleksi empat penghargaan dari satu karya ilmiah, mencakup aspek argumentasi, kualitas media presentasi, kemampuan penyampaian materi, dan performa dalam sesi tanya jawab.
BIAF 2026 merupakan penyelenggaraan yang menandai transformasi forum akademik yang sebelumnya dikenal sebagai Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF). Forum tersebut telah dirintis sejak 2016 oleh empat PTKIN di Kalimantan, yakni UIN Antasari Banjarmasin, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, UIN Palangka Raya, dan IAIN Pontianak. Memasuki satu dekade perjalanannya, forum berkembang menjadi BIAF dengan cakupan yang lebih luas, termasuk mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3.
BIAF 2026 mengusung tema “Continuity and Change: Islam, Science, and Society in the Digital Age” dan diselenggarakan pada 17–19 September 2026 di UIN Antasari Banjarmasin. Konferensi ini dilaksanakan secara hibrida, dengan presenter yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. Panitia mencatat 378 abstrak makalah lolos untuk dipresentasikan, dengan peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.
Selain Dian May Syifa, mahasiswa S2 HES UIN Antasari angkatan 2024, Asep Sutarmin, turut berpartisipasi dalam BIAF 2026 sebagai presenter secara online. Asep membawa paper berjudul “Zakatization of the Digital Economy: Zakat Law for Influencers, Content Creators, and Virtual Assets.” Dalam penetapan award BIAF 2026, paper Asep tercatat pada kategori The Best Literature Engagement untuk Cluster S2 & S3.
Kehadiran Asep memperlihatkan keterlibatan mahasiswa S2 HES dalam membahas persoalan hukum ekonomi syariah yang berkembang seiring transformasi ekonomi digital. Tema mengenai zakat bagi influencer, content creator, dan virtual assets menunjukkan perhatian terhadap munculnya bentuk aktivitas ekonomi baru yang membutuhkan kajian hukum dan ekonomi Islam yang responsif terhadap perkembangan teknologi.
Bagi Program Studi S2 HES UIN Antasari, keterlibatan Dian dan Asep dalam BIAF 2026 menjadi bagian dari penguatan budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengikuti proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga membawa hasil pemikiran dan kajian mereka ke forum ilmiah yang lebih luas. Prestasi Dian sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan menyusun argumentasi, mengemas gagasan secara visual, mempresentasikan hasil penelitian, serta merespons pertanyaan akademik merupakan bagian penting dari kompetensi mahasiswa Pascasarjana.



