S2-PBI Rencanakan Tindak Lanjut dan Penyempurnaan Kurikulum melalui FGD VMTS dan Revisi Kurikulum
BANJARMASIN — Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (S2-PBI) Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi visi keilmuan dan membahas revisi kurikulum pada Jumat (9/10/2026). Forum ini dimanfaatkan untuk meninjau rumusan visi keilmuan, profil lulusan, struktur mata kuliah, serta sejumlah aspek pembelajaran yang perlu diperkuat dalam penyelenggaraan pendidikan pada jenjang magister.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Noor Maulidiyah, M.A., memaparkan dasar pelaksanaan evaluasi dan sejumlah penyesuaian yang direncanakan dalam pengembangan visi keilmuan serta kurikulum program studi. Evaluasi tersebut mengacu pada visi UIN Antasari Banjarmasin tahun 2026, yaitu menjadi universitas yang unggul dalam keilmuan, berakhlak dalam kepribadian, dan berdampak bagi kemanusiaan dan lingkungan.
Sejalan dengan visi universitas tersebut, visi keilmuan S2-PBI diarahkan pada keunggulan dalam pengembangan ilmu pendidikan, penelitian, dan praktik profesional bahasa Inggris yang inovatif dan kreatif. Arah pengembangan ini mengintegrasikan keilmuan Islam dan teknologi dengan berlandaskan akhlak mulia serta kearifan lokal, berdaya saing global, dan berorientasi pada dampak bagi kemanusiaan dan lingkungan.
FGD juga menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk menyampaikan masukan terkait penguatan metodologi penelitian, penulisan akademik, kajian budaya Banjar, dan penyelarasan materi perkuliahan. Mahasiswa Hairil Yakin mengusulkan perluasan cakupan metode penelitian, sedangkan Lisa Marthalina Sadikin menyarankan penempatan Critical Reading and Writing pada semester pertama serta pendalaman kajian budaya Banjar melalui English for Banjar Studies. Ruhama Mardhatillah dan Yasmina Syifa Aminy Saifuddin menekankan keterkaitan filsafat ilmu dan filsafat bahasa.
Dari kalangan dosen, Siti Muflichah, Ph.D., mengusulkan agar mata kuliah ESP dan metode penelitian berbobot tiga SKS. Sementara itu, Dr. Rahmila Murtiana, M.A., mengusulkan integrasi materi Second Language Acquisition ke dalam Fundamentals of ELT serta penguatan keterampilan presentasi akademik. Dr. Nur Alfa Rahmah, M.Pd., turut menyarankan pengayaan referensi English for Banjar Studies. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan evaluasi S2-PBI dalam menyempurnakan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan akademik dan perkembangan pendidikan bahasa Inggris.
Dalam pembahasan kurikulum, S2-PBI meninjau struktur dan distribusi mata kuliah untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Kurikulum yang dibahas memiliki total beban studi 43 satuan kredit semester (SKS).
Program studi juga meninjau profil lulusan dengan merujuk pada hasil pertemuan asosiasi program studi di Jakarta pada 9 September 2026. Tiga profil yang menjadi arah pengembangan lulusan adalah Innovative English Language Educator, Competent English Language Researcher, serta Creative and Professional English Language Practitioner.
Sebagai tindak lanjut, S2-PBI merencanakan sejumlah penyempurnaan kurikulum, meliputi penguatan mata kuliah metode penelitian dan penulisan akademik, penyelarasan materi perkuliahan, serta pengayaan kajian budaya Banjar dan keterampilan presentasi.



