
S2 PBA Gelar Coaching Clinic, Mahasiswa Angkatan 2025 Didorong Fokus dan Percepat Penyelesaian Tesis
BANJARMASIN – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab (S2 PBA) Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin kembali menggelar Coaching Clinic kedua dalam Rangka Percepatan Penelitian Mahasiswa Angkatan 2025, Selasa (3/11/2026), bertempat di Ruang Rapat Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin.
Kegiatan ini merupakan sal ah satu upaya Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab dalam mendorong percepatan penyelesaian penelitian tesis mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa S2 PBA Angkatan 2025 dan dihadiri oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Prodi, dan Sekretaris Prodi
Dalam pembukaan, Dr. Taufiqurrahman, S.Ag., M.Ed., selaku Ketua Prodi S2 PBA menyampaikan bahwa kegiatan Coaching Clinic ini secara khusus dilaksanakan untuk membantu mahasiswa mempercepat proses penelitian dan penyelesaian studi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong dan membantu mempercepat penelitian kalian agar dapat menyelesaikan studi dan lulus tepat waktu,” ujarnya.
Ia juga menargetkan agar seluruh mahasiswa segera memantapkan judul penelitian masing-masing dan menyerahkannya kepada pengelola program studi setelah kegiatan berlangsung. “Kami berharap paling lambat satu minggu setelah kegiatan ini, seluruh judul penelitian mahasiswa sudah masuk ke pengelola program studi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Wahyuddin, M.Pd.I., selaku Wakil Direktur Pascasarjana juga memberikan motivasi dan arahan kepada mahasiswa agar lebih mantap dalam menentukan serta mengembangkan penelitian. Ia mengibaratkan mahasiswa yang judul penelitiannya sudah diterima agar memasang “kacamata kuda” dalam menjalankan penelitian.
“Jika judul penelitian sudah diterima, pasanglah kacamata kuda. Artinya, jangan lagi bingung, berpikir terlalu lama, ragu-ragu, atau terus-menerus ingin mengubah arah penelitian. Jalan terus, fokus, dan lanjutkan penelitian sampai selesai,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki komitmen dan konsistensi setelah judul penelitian disetujui. Keraguan yang berlebihan dan kebiasaan terus-menerus memikirkan ulang judul dapat menghambat proses penyelesaian penelitian. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan lebih fokus menjalankan tahapan penelitian sesuai dengan rancangan yang telah disepakati.
Selain memberikan motivasi percepatan penelitian, Wakil Direktur Pascasarjana juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa Arab dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa S2 PBA. Ia menegaskan bahwa pada semester yang akan datang, mahasiswa yang mengambil mata kuliah Seminar Proposal wajib menyusun proposal penelitian menggunakan tulisan bahasa Arab, bukan bahasa Indonesia, tegasnya.
Arahan tersebut disampaikan setelah proposal penelitian mahasiswa dikumpulkan untuk selanjutnya didiskusikan dan diberikan masukan bersama. Kebijakan ini diharapkan dapat membiasakan mahasiswa menggunakan bahasa Arab dalam penulisan karya ilmiah sekaligus meningkatkan kompetensi akademik sesuai bidang keilmuan yang ditekuni.
Dalam kegiatan tersebut, proposal penelitian mahasiswa menjadi bahan utama diskusi dan pendampingan. Berbagai aspek penelitian, mulai dari penentuan judul, latar belakang masalah, rumusan masalah, kajian teori, hingga metodologi penelitian, menjadi perhatian agar rancangan penelitian mahasiswa semakin terarah dan siap memasuki tahapan berikutnya.
Melalui kegiatan Coaching Clinic ini, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab berharap seluruh mahasiswa Angkatan 2025 semakin memiliki kepastian dalam menentukan judul, meningkatkan keseriusan dalam menyelesaikan penelitian, serta menjaga konsistensi hingga tahap penyelesaian tesis


