
Melalui FGD Kurikulum, S2 HES UIN Antasari Selaraskan Arah Pendidikan dengan Permendiktisaintek No. 39/2025
Sinar matahari pagi menyelinap perlahan melalui celah jendela Ruang 11 Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin, menerangi gurat-gurat pengabdian di wajah para guru besar dan akademisi yang duduk melingkar. Dalam suasana hangat yang dipenuhi gemerincing cangkir teh dan kepulan diskusi, terangkai sebuah semangat kolektif untuk meretas masa depan pendidikan tinggi. Pertemuan tersebut bukan sekadar forum akademik biasa, melainkan arena pemikiran bagi para pendidik untuk merajut arah baru pembelajaran yang lebih berdampak dan bermakna bagi generasi pendatang.
Langkah transformatif ini diinisiasi oleh Program Studi S2 Hukum Ekonomi Syariah (HES) Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin sebagai respons konkret terhadap regulasi terbaru. Penerbitan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi menjadi pijakan utama untuk menata ulang dan memperbarui kurikulum agar tetap relevan dengan dinamika zaman.
Agenda penting yang dikemas dalam bentuk kegiatan FGD Review Kurikulum, Visi, dan Misi ini diselenggarakan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 WITA di Ruang 11 Pascasarjana, forum ini menjadi wadah sumbang saran yang krusial bagi penyempurnaan arah akademik prodi.
Kegiatan tersebut dipimpin secara langsung oleh Ketua Prodi S2 HES, Mujiburohman, MA., Ph.D., didampingi Sekretaris Prodi, Tuti Hasanah, SEI., MHI. Dengan pencerahan dan pengarahan yang komunikatif, pimpinan prodi memandu jalannya peninjauan guna memastikan setiap dokumen kurikulum yang disusun memiliki arah yang mantap dan terukur. Kehadiran para dosen homebase turut memberi warna dan bobot pemikiran yang mendalam dalam diskusi tersebut, diantaranya Prof. Dr. H. M. Hanafiah, M.Hum, dan Dr. H. Budi Rahmat Hakim, MHI, tampak aktif mencurahkan pandangan demi mematangkan draf kurikulum mendatang.
Atmosfer akademis makin terasa berbobot dengan hadirnya jajaran dosen pengajar yang pakar di bidangnya. Sejumlah nama besar seperti Prof. Dr. Hj. Amalia Rahmaniah, MH, bersama para doktor pengajar lainnya seperti Dr. Zaki Mubarak, M.Si, Dr. H. Haris Faulidi Asnawi, Lc., MSI, Dr. Ilham Akbar, SH., M.Kn, dan Dr. Zainal Pikri, MA turut melengkapi barisan pemikir dalam forum tersebut.
Fokus utama dalam pembahasan dalam FGD ini menyasar pada penyelarasan draf Visi Prodi S2 HES Tahun 2027. Dalam draf terbarunya, prodi bercita-cita menjadi program studi yang unggul dalam pengembangan ilmu hukum ekonomi syariah kontemporer yang integratif, berakhlak mulia, berbasis lokal, berwawasan global, dan berdampak di tingkat Asia Tenggara pada tahun 2045. Visi futuristik tersebut dirancang selaras dengan arah besar UIN Antasari yang mengusung tagline “Unggul, Berakhlak, dan Berdampak”. Langkah ini juga memantapkan visi Pascasarjana dalam mengembangkan studi Islam yang berbasis lokalitas namun tetap menjangkau lanskap global.
Pada tataran Misi 2027, forum merumuskan penekanan pada penyelenggaraan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat yang unggul dan integratif. Selain itu, penguatan tata kelola lembaga yang bersih dan pengembangan kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi dipertegas agar memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Peninjauan aspek Profil Lulusan Kurikulum 2027 juga membawa pembaruan yang progresif. Selain mempertahankan profil utama sebagai Akademisi dan Peneliti Hukum Ekonomi Syariah, prodi menambahkan profil lulusan baru yakni Praktisi Hukum Ekonomi dan Keuangan Syariah serta Wirausahawan Syariah yang berakhlak mulia. Sejalan dengan profil lulusan tersebut, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) difokuskan pada 7 CPL utama. Poin-poin tersebut mencakup penguasaan keterampilan pedagogik, pemanfaatan bahan hukum dan literatur bisnis syariah, keterampilan manajerial, hingga kemampuan memecahkan problematika hukum kontemporer secara interdisipliner dan berbasis kearifan lokal.
Guna menopang capaian tersebut, sebaran mata kuliah dari Kurikulum 2024 yang memiliki total beban 54 SKS dievaluasi secara cermat. Mata kuliah unggulan seperti Metodologi Penelitian Hukum, Ushul Fiqh Ekonomi dan Keuangan Syariah, hingga mata kuliah berbasis kearifan lokal seperti Ekonomi Islam Masyarakat Banjar terus diselaraskan dengan kebutuhan kompetensi lulusan.
Ketika diskusi berakhir dan lembar-lembar draf tertutup rapat, tersirat optimisme tinggi dari para peserta yang hadir. Komitmen kolektif para pendidik di Ruang 11 Pascasarjana UIN Antasari ini menjadi bukti nyata bahwa mencetak sarjana magister yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak dan berdampak bagi kemanusiaan, adalah panggilan jiwa yang terus diperjuangkan.


