
Tampil di Konferensi Internasional ICIP 2026, Mahasiswa S2 PAI UIN Antasari Soroti Kesejahteraan Masyarakat Banjar Hingga Pendidikan Anak
BANJARMASIN – Mahasiswa program magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Antasari Banjarmasin tampil memukau sebagai pemakalah dalam ajang bergengsi The International Conference on Islamic Psychology (ICIP) 2026 yang digelar secara hibrida, Jumat (7/8/2026). Kehadiran mereka menegaskan kontribusi aktif akademisi muda dalam menjawab isu-isu ketahanan keluarga dan masyarakat.
Delegasi mahasiswa S2 PAI UIN Antasari tampil memukau pada Sesi Paralel. Kelompok peneliti yang terdiri dari Ahmad Syaipudin, Fathur Rabbany, dan Ahmad Muhammad mempresentasikan makalah mereka di Ruang 2 dengan judul “Faith and Secularism: Comparative Perspectives on Wellbeing Between Banjar and Scandinavian Societies”. Melalui penelitian kualitatif berbasis studi pustaka, ketiganya membedah secara mendalam konstruksi kesejahteraan (wellbeing) antara masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang kental dengan religiusitas, berhadapan dengan masyarakat Skandinavia yang cenderung sekuler.

Dalam paparannya, mereka menyoroti bagaimana perbedaan kerangka budaya dan metafisika membentuk ketahanan suatu komunitas. Hasil riset mengungkapkan fakta menarik: jika masyarakat Skandinavia mampu mencapai indeks kebahagiaan tinggi melalui instrumen sekuler seperti kepercayaan sosial dan stabilitas institusional, masyarakat Banjar justru menemukan fondasi ketahanannya melalui nilai-nilai Islam, praktik spiritual, dan ikatan komunal yang erat.
“Pandangan dunia Islam memberikan model kesejahteraan yang terintegrasi dan transenden. Ia tidak hanya mencakup kedamaian duniawi, tetapi juga pemenuhan spiritual melalui konsep sakinah dan tazkiyat al-nafs,” jelas tim peneliti dalam simpulannya. Riset ini memberikan wawasan penting tentang signifikansi kearifan lokal keagamaan dalam menjaga kohesi sosial di tengah pusaran globalisasi.

Selain itu, kontribusi pemikiran cemerlang juga datang dari mahasiswa S2 PAI lainnya, yakni Bashiratud Diyana Basy. Ia mengangkat isu fundamental dalam pendidikan anak usia dini melalui presentasinya yang berjudul “The Read Aloud Method for Early Childhood Aqidah Education”. Riset ini menawarkan pendekatan segar dalam menanamkan nilai-nilai tauhid dan akidah sejak dini melalui metode membacakan nyaring (read aloud), sebuah strategi literasi yang dinilai sangat efektif untuk perkembangan kognitif dan spiritual anak.

Partisipasi aktif para mahasiswa S2 PAI ini tidak hanya membuktikan kualitas riset pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin yang mampu bersaing di level internasional, tetapi juga mempertegas peran akademisi muda Islam dalam merespons tantangan peradaban global melalui lensa keilmuan Islam yang integratif.

