
Perkuat Arah Akademik, Pascasarjana UIN Antasari Gelar Workshop Visi dan Misi
BANJARMASIN – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menyelenggarakan Workshop Visi dan Misi di Aula Pascasarjana pada Senin (19/10/2026). Dipandu oleh Tuti Hasanah, M.HI. selaku pembawa acara, kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis dalam menguatkan serta mengembangkan mutu akademik Program Studi S2 dan S3 di lingkungan Pascasarjana UIN Antasari. Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A., yang menggarisbawahi pentingnya penyelarasan visi, misi, dan kurikulum untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Memasuki sesi inti, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A. menyampaikan materi pertama terkait Visi dan Misi Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin dengan dipandu oleh Dr. Muhammad Iqbal, M.S.I. selaku moderator. Dalam paparannya, Prof. Mujiburrahman menjelaskan bahwa visi Pascasarjana UIN Antasari adalah “Menjadi pusat keunggulan akademik dan kemuliaan akhlak yang berdampak bagi kemanusiaan dan lingkungan.” Visi tersebut selaras dengan visi baru UIN Antasari, yaitu “Unggul dalam Keilmuan, Berakhlak dalam Kepribadian, dan Berdampak bagi Kemanusiaan dan Lingkungan,” sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Rektor Nomor 620 Tahun 2026 tanggal 14 September 2026.
Ia menegaskan bahwa keunggulan akademik Pascasarjana bertumpu pada empat pilar filosofi keilmuan UIN Antasari, yakni integrasi ilmu melalui kajian interdisipliner, integrasi Islam dan kebangsaan yang menjunjung sikap moderat dan inklusif, penguatan kajian berbasis lokal, serta wawasan global dalam pengembangan keilmuan. Keempat pilar tersebut menjadi landasan dalam membangun tradisi akademik yang kuat, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal.
Selain keunggulan akademik, kemuliaan akhlak menjadi bagian penting dalam pengembangan Pascasarjana. Hal ini diwujudkan melalui penegakan kejujuran ilmiah, tanggung jawab kepada Tuhan dan sesama manusia, serta penerapan tata kelola kelembagaan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Sementara itu, orientasi kebermanfaatan diarahkan pada pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kontribusi bagi kemanusiaan dan kelestarian lingkungan.
Misi Pascasarjana juga mencakup penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang unggul dalam kajian interdisipliner, integrasi Islam dan kebangsaan, berbasis lokal dan berwawasan global; pengembangan riset interdisipliner yang berintegritas dan berdampak; pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan regional, nasional, dan global; penguatan kerja sama di tingkat regional, nasional, dan internasional; pengembangan tata kelola yang efektif, efisien, dan bersih dari korupsi; serta penyediaan layanan pendidikan yang ramah, inklusif, dan nondiskriminatif.
Setelah penyampaian materi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan materi kedua bertajuk “Berbagai Tren Kajian Keislaman Kontemporer” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Yanwar Pribadi, Ph.D. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Muhammad Iqbal, M.S.I. Materi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penguatan wawasan akademik Pascasarjana, khususnya dalam memahami perkembangan kajian keislaman kontemporer dan relevansinya terhadap dinamika keilmuan serta kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur Pascasarjana, kepala subbagian (Kasubag), ketua jurusan (Kajur) dan sekretaris jurusan (Sekjur), dosen homebase, para pemangku kepentingan (stakeholder), perwakilan asosiasi keilmuan atau profesi, alumni, serta mahasiswa Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pengembangan akademik dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi.

Partisipasi dosen, pengelola program studi, mahasiswa, alumni, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam proses pengembangan kurikulum. Keterlibatan berbagai pihak menjadi unsur penting dalam menjaga relevansi kurikulum, memperkuat kualitas pembelajaran, serta memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan bidang keilmuan masing-masing.


