
Prof. Yanwar Ajak Akademisi Pascasarjana UIN Antasari Perkuat Studi Islam yang Kritis, Kontekstual, dan Responsif terhadap Modernitas
Perkembangan studi Islam di era modern menuntut para akademisi untuk tidak hanya memahami warisan keilmuan klasik, tetapi juga mampu membaca dinamika sosial, budaya, dan tantangan kehidupan kontemporer. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pemikiran yang disampaikan Prof. Yanwar Pribadi, Ph.d dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dalam pemaparan materinya di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin (19/10/2026) di Aula Pascasarjana UIN Antasari.
Dalam pemaparannya, Prof. Yanwar menekankan pentingnya mengintegrasikan pendekatan klasik dan kontemporer dalam studi Islam. Menurutnya, seorang pengkaji studi Islam harus memiliki kontribusi keilmuan yang khas serta mampu menawarkan perspektif baru dalam memahami persoalan keagamaan dan kemanusiaan.
Ia mengingatkan bahwa studi agama, ilmu sosial, dan humaniora memiliki karakteristik yang dinamis. Berbeda dengan sebagian bidang ilmu alam yang memiliki tingkat kepastian dan keteraturan lebih tinggi, fenomena sosial dan keagamaan sangat dipengaruhi oleh perubahan ruang, waktu, budaya, serta cara pandang manusia. Karena itu, pemahaman terhadap praktik keagamaan tidak dapat dilepaskan dari konteks masyarakat yang menjalankannya.
Memahami Islam, Bukan Sekadar Mendakwahkan Islam
Salah satu gagasan menarik yang disampaikan Prof. Yanwar adalah pentingnya membedakan orientasi studi Islam sebagai disiplin akademik dengan aktivitas dakwah. Dalam konteks akademik, studi Islam diarahkan untuk memahami Islam secara mendalam, kritis, objektif, dan kontekstual, bukan semata-mata untuk menyampaikan atau membenarkan pandangan keagamaan tertentu.
Menurutnya, tantangan besar pengkaji Islam adalah bagaimana memahami hubungan antara teks-teks keagamaan yang telah diwariskan selama berabad-abad dengan praktik kehidupan umat Islam di berbagai belahan dunia saat ini.
Warisan sejarah kejayaan Islam, seperti peradaban di Granada dan Sevilla, Spanyol, merupakan bagian penting dari sejarah intelektual Islam. Namun, kecintaan terhadap masa lalu tidak seharusnya membuat umat Islam hanya bernostalgia terhadap kejayaan terdahulu. Sejarah justru perlu dipelajari sebagai sumber inspirasi untuk membangun pemikiran dan peradaban yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
Praktik Keagamaan Tidak Selalu Seragam
Dalam perspektif ilmu sosial dan antropologi, Prof. Yanwar juga menyoroti bahwa praktik keagamaan umat Islam tidak mungkin selalu seragam. Perbedaan pemikiran, latar belakang sosial, budaya, serta kondisi geografis menyebabkan ekspresi keberagamaan berkembang secara beragam.
Oleh sebab itu, pendekatan sosial dan antropologi menjadi penting dalam studi Islam kontemporer. Pendekatan ini membantu para peneliti memahami bagaimana ajaran Islam dipraktikkan, dimaknai, dan diadaptasikan oleh masyarakat sesuai konteks ruang dan waktu.
Pandangan tersebut sekaligus membuka ruang bagi pengembangan penelitian Islam yang lebih luas, terutama dalam mengkaji hubungan antara teks keagamaan, realitas sosial, dan perubahan masyarakat modern.
Mendorong Riset Berkualitas dan Fikih Ekologi
Lebih lanjut, Prof. Yanwar mendorong kalangan akademisi untuk menghasilkan penelitian yang mampu menjawab pertanyaan mendasar mengenai bagaimana Islam dan umat Islam menyikapi modernitas. Perguruan tinggi Islam diharapkan tidak hanya menjadi tempat reproduksi pengetahuan, tetapi juga pusat pengembangan gagasan dan penelitian yang memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Salah satu bidang yang relevan untuk dikembangkan adalah fikih ekologi, yakni kajian hukum dan etika Islam yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Isu ini menunjukkan bahwa studi Islam memiliki ruang kontribusi yang luas dalam merespons persoalan kontemporer, termasuk krisis lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.
Melalui pengembangan tema-tema penelitian seperti ini, mahasiswa pascasarjana diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga memiliki relevansi sosial dan memberikan solusi terhadap persoalan nyata.



