
Mengenal Ulama, Merawat Ilmu: Gerakan Cinta Buku Jilid 2 Angkat Pesona Ulama Banjar
Upaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkuat kecintaan terhadap khazanah keilmuan Islam Banjar terus dilakukan Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin bekerjasama dengan UPT Perpustakaan UIN Antasari melalui kegiatan Gerakan Cinta Buku Jilid 2, Pascasarjana menghadirkan ruang dialog intelektual dengan mengangkat tema “Pesona Ulama Banjar: Menelusuri Jejak Keilmuan Keislaman, Keteladanan dan Warisan.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertempat di Aula Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin, dengan menghadirkan dua tokoh sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A. dan Tuan Guru H. Muhammad Rasyid Ridho, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mursyidul Amin.
Gerakan Cinta Buku Jilid 2 menjadi salah satu ikhtiar Pascasarjana dalam membangun tradisi akademik yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan membaca, tetapi juga mendorong masyarakat akademik untuk mengenal, menggali, dan mewarisi pemikiran para ulama Banjar yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan keilmuan Islam.
Melalui tema yang diangkat, peserta diajak menelusuri perjalanan intelektual para ulama Banjar, memahami tradisi keilmuan yang diwariskan dari generasi ke generasi, serta mengambil inspirasi dari keteladanan mereka dalam kehidupan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Kehadiran Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A. yang juga sebagai penulis memberikan perspektif akademik mengenai khazanah intelektual Islam Banjar, khususnya pentingnya memahami sejarah, pemikiran, dan kontribusi ulama dalam membangun tradisi keilmuan Islam di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Guru Rasyid Ridho selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mursyidul Amin Gambut menghadirkan perspektif tradisi pesantren dan keteladanan ulama dalam menjaga kesinambungan pendidikan keislaman. Pengalaman dan pandangan beliau menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana warisan keilmuan ulama terus dipelihara dan diwariskan melalui lembaga pendidikan Islam.
Kegiatan ini juga mengingatkan bahwa buku merupakan jendela untuk mengenal pemikiran, perjuangan, dan perjalanan intelektual para ulama. Membaca karya-karya keislaman bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan salah satu cara menjaga kesinambungan ilmu dan menghargai warisan intelektual para pendahulu.
Bagi Pascasarjana UIN Antasari, Gerakan Cinta Buku merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang produktif, kritis, dan berakar pada nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal Banjar. Tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis diharapkan menjadi budaya yang tumbuh di kalangan dosen, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika.



